|
|
 |
 |
Sunday, July 02, 2006
Lagi buka2 milis, kegiatan yang dah lama ga gw lakuin, trus nemu postingan yang ada linknya ke eramuslim,,ada cerita dari anggota FLP jepang..mungkin ceritanya sering dialami sama muslim yang diluar negeri..tapi sbenernya banyak makna tersirat..dan yang paling penting,,cerita ini dalem,,ngena,,coz gw pernah juga ngerasa gini..hehehe..ngintip yuuuk.... .....................
Sungguh disayangkan bila ada orang yang mempunyai perasaan tak enak hati, tidak sanggup menolak bila di hadapannya ada makanan yang sesungguhnya tidaklah patut dimakan. Sekalipun di negeri yang makanan halalnya sulit didapat, tidaklah kata 'terpaksa' menjadi alasan dibolehkan. Tidak menjadi pembenaran bila kita terpaksa mengkonsumsinya. Karena masih banyak makanan yang bisa dimakan, pilihan lain tentu masih ada.Ada cerita yang pernah kubaca tentang Rabi'ah. Ketika Ayah Rabi'ah menyuguhkan makanan dan melihat Rabi'ah tidak menyentuhnya, berkatalah ayahnya, "Ya Rabi'ah, mengapa kamu tidak mau makan?""Ya Ayah, aku tidak mau makan sebelum aku mengetahui apakah ia dari sumber yang halal atau haram.""Kalau makanan itu haram dan tidak ada lagi yang bisa dimakan, apakah itu tidak dibenarkan?""Wahai Ayah, aku akan tetap bersabar menghadapi lapar di dunia daripada aku harus bersabar menghadapi siksa api neraka di hari kiamat kelak," kata Rabi'ah.......................... (klik disini, selengkapnya dalam eramuslim...)Hehehe,,kalimat terakhir Rabi'ah yang gw bold itu cukup dalem juga. Pernah ada yang bilang, "klo emang ga ada lagi yang bisa dimakan, Allah maklum lah (klo makan yang ada aja, walopun ga halal)". Tapi pernyataan itu sendiri bukannya cuman pernyataan yang sebenernya pelarian..?..wallahualam,,
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|